Nama : Bagus Santosa
Kelas : 1IB05
NPM : 12414003
1.
PENDUDUK,
MASYARAKAT, KEBUDAYAAN
Keterkaitan
antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan
yang saling bertautan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat,
dan antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai
hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk dengan
masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang yang
bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap
harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa
mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan
penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama
dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah
tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok
manusia atau kelompok orang.
Kemudian antara
masyarakat dan kebudayaan juga mempunyai hubungan yang cukup erat. Dimana
masyarakat sendiri tidak akan bisa hidup tanpa adanya keikutsertaan aspek-aspek
kebudayaan dalam kehidupan mereka. Dan kebudayaan itu sendiri tidak dapat
muncul dan berkembang apabila tidak ada masyarakat di dalamnya. Serta dengan
masyarakat itulah kebudayaan di suatu daerah dapat berkembang. Hubungan saling
membutuhkan inilah yang membuat masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan.
Adapun dibawah ini adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang
penduduk, masyakarakat dan kebudayaan :
a.
Penduduk : Orang yang
mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu yang cukup lama. Dalam
pengertian yang lebih luas, penduduk merupakan orang atau organisme sejenis
baik manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup, tinggal, dan berkembang biak
dalam suatu wilayah tertentu.
b. Masyarakat
: Kelompok individu-individu yang saling melakukan interaksi dalam
kehidupan mereka terutama melakukan interaksi sosial yang berkembang dalam
cakupan wilayah tertentu yang cukup luas. Dalam artian, kehidupan sebagai
makhluk sosial inilah yang menjadikan individu-individu tersebut menjadi
masyarakat.
c.
Kebudayaan : Kebudayaan ini sangat erat kaitannya dengan
masyarakat. Menurut Selo Soemadrjan Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan
sarana hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Kebudayaan dalam perwujudannya
antara lain misalnya, perilaku, seni, religi/keyakinan, bahasa, pola berpikir
dll.
A.
PERTUMBUHAN
PENDUDUK
Penduduk-penduduk di setiap negara di
seluruh dunia, menempati wilayah dan alam serta geografis tertentu. Menurut
data yang dihimpun dari Biro Statistik masing-masing negara, kepadatan penduduk
dunia berdasarkan jumlah penduduknya diurutkan dari Asia, Afrika, Amerika,
Eropa, dan terakhir Oceania. Asia mendominasi dengan jumlah penduduk sekitar
4,2 milyar orang. Kemudian disusul Afrika dengan sekitar 1 milyar orang. Lalu
Amerika dengan sekitar 950 juta orang. Serta Eropa dan Oceania masing-masing
dengan sekitar 700 juta dan 35 juta orang. Dengan jumlah penduduk dunia di
masing-masing benua ini, estimasi jumlah penduduk dunia tahun 2012 sudah
mencapai 7 Milyar orang. Sungguh jumlah yang lumayan signifikan menghitung pada
tahun 2005 penduduk dunia terhitung 6,5 Milyar orang.Faktor-faktor yang
mempengaruhi pertambahan penduduk atau faktor-faktor demografi antara lain
yaitu; struktur umur, struktur perkawinan, paritas, disrupsi perkawinan,
proporsi perkawinan, dll.
Angka Kematian Kasar atau Crude Death Rate
adalah angka yang menghitung dan menunjukkan jumlah kematian penduduk per 1000
penduduk dalam suatu wilayah tertentu pada pertengahan tahun tertentu. Adapun
rumus menghitung angka kematian kasar adalah:
CDR = Jumlah kematian
penduduk dalam tahun tertentu/Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tententu X
1000 orang (bilangan konstan)
Angka Kematian Khusus atau Age Spesific
Death Rate (ASDR) adalah angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap 1000
penduduk pada golongan umur tententu dalam satu tahun. Adapun rumus menghitung
angka kematian khusus adalah:)
ASDR = Jumlah kematian
penduduk umur tententu dalam satu tahun/Jumlah penduduk umur tententu dalam
satu tahun X 1000 orang (bilangan konstan)
Struktur penduduk suatu negara biasanya menggunakan kriteria umur atau
berdasarkan umur untuk struktur negaranya. Struktur penduduk berdasarkan
kriteria umur antara lain:
a. Penduduk
muda : Apabila suatu
bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya muda dengan kisaran umur
0-14 tahun
b. Penduduk
dewasa : Apabila suatu
bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya dewasa dengan kisaran umur
15-64 tahun
c. Penduduk
tua : Apabila suatu
bagian negara atau negara itu sebagian penduduknya tua dengan kisaran
umur 65 tahun ke atas.
2. Faktor Demografi yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Secara umum ada tiga faktor utama demografi yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk, di antaranya sebagai berikut:
1) Kelahiran (Fertilitas)
Kelahiran adalah istilah dalam demografi yang
mengindikasikan jumlah anak yang dilahirkan hidup, atau dalam pengertian lain
fasilitas adalah hasil produksi yang nyata dari fekunditas seorang wanita.
Berikun ini penjelasan mengenai pengukuran fertilitas:
a. Pengukuran fasilitas
tahunan adalah pengukuran
kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk pada tahun
tersebut. Adapun ukuran-ukuran fertilitas tahunan adalah
·
Tingkat
fertilitas kasar (crude birth rate) adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu
tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
·
Tingkat
fertilitas umum (general fertility rate) adalah jumlah kelahiran hidup per-1000
wanita usia reproduksi (usia 14-49 atau 14-44 tahun) pada tahun tertentu.
·
Tingkat
fertilitas menurut umur (age specific fertility rate) adalah perhitungan
tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
·
Tingkat
ferlititas menurut ukuran urutan penduduk (birth order specific fertility
rates) adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi oleh wanita
pada umur dan tahun tertentu.
b. Pengukuran fertilitas
komulatif adalah
pengukuran jumlah rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga
mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukurannya adalah:
·
Tingkat
fertilitas total adalah jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan jumlah
tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dengan catatan
tidak ada seorang perempuan yang meninggal sebelum mengakhiri masa
reproduksinya dan tingkat fertilitas menurut umur tidak berubah pada priode
waktu tertentu.
·
Gross
reproduction rates adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan
sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tidak ada seorang perempuan yang
meninggal sebelum mengakhiri masa produksinya.
d.Kematian (mortalitas) adalah ukuran jumlah kematian umumnya
karena akibat yang spesifik pada suatu populasi. Mortalitas khusus
mengekspresikan pada jumlah satuan kematian per- 1000 individu per-tahun,
hingga rata-rata mortalitas sebesar 9,5 berarti pada populasi 100.000 terdapat
950 kematian per-tahun.
2) Perpindahan (migrasi)
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya
suatu organisme dari suatu tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus
organisme bermigrasi untuk mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk
menghindari kelangkaan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau
kerana over populasi.
3. Pengertian Migrasi
Migrasi merupakan peristiwa berpindahnya
suatu organisme (penduduk) dari suatu tempat ke tempat lainnya. Migrasi
merupakan akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan.
Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan menimbulkan
terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk tersebut.
4. Macam-Macam Migrasi
Migrasi terdiri dari 4 macam, yaitu:
1)
Urbanisasi
Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk
dari desa ke kota. Urbanisasi menyebabkan penduduk kota semakin padat dan
menimbulkan lingkungan yang kumuh. Selain itu, juga menyebabkan banyaknya
pengangguran dan tindak kriminalitas di daerah perkotaan.
2)
Transmigrasi
Transmigrasi merupakan perpindahan
penduduk dari daerah yang padat penduduknya ke daerah yang sedikit penduduknya.
Misalnya, transmigrasi dari Jawa ke Sumatera dan Kalimantan. Trasnmigrasi
sangat bermanfaat untuk menyebar dan memeratakan penduduk di Indonesia.
3) Emigrasi
Emigrasi merupakan perpindahan penduduk
dari dalam negeri ke luar negeri. Misalnya, emigrasi penduduk Indonesia ke
Malaysia.
4) Imigrasi
Imigrasi merupakan kebalikan dari
emigrasi. Imigrasi merupakan perpindahan penduduk dari luar negeri ke dalam
negeri. Misalnya, imigrasi penduduk Cina ke Indonesia.
5. Proses-Proses Migrasi
Migrasi lokal terjadi apabila di suatu
pulau telah kelebihan penduduk dan atau terjadi bencana alam yang dahsyat,
sehingga tempat tinggalnya tidak dapat dihuni lagi. Terjadinya konflik yang
mengharuskan penduduk tersebut pindah ke lokasi lain jufa merupakan proses
migrasi.
6. Akibat Migrasi
Akibat dari migrasi adalah urbanit
kebanyakan terdiri dari golongan umur muda yang sangat produktif serta banyak
inisiatifnya. Selain itu juga mengakibatkan penduduk kota makin padat. Akibat
lainnya yaitu mempengaruhi kelancaran pembangunan di desa.
7. Struktur Penduduk
Terdapat 3 jenis struktur penduduk, yaitu
jumlah penduduk, komposisi penduduk, dan persebaran penduduk. Jumlah penduduk
berarti banyaknya penduduk yang menempati suatu daerah. Komposisi penduduk
berarti penduduk yang diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, umur, dan
sebagainya. Persebaran penduduk berarti penyebaran penduduk ke berbagai wilayah
yang masih sedikit penduduknya.
8. Piramida penduduk stasioner, muda, dan
tua
Piramida penduduk biasanya menampilkan dan
menyajikan data penduduk yang menunjukkan komposisi penduduk menurut struktur
penduduk yaitu umur dan jenis kelamin dalam bentuk diagram
batang Keterangan umur disusun secara verikal dengan garis/batang
secara horizontal dengan angka sebagai penunjuk banyaknya penduduk pada umur
tersebut. Keterangan jenis kelamin biasanya disebelah kiri dan perempuan di
sebelah kanan.
Berdasarkan
komposisinya, piramida penduduk dibedakan atas 3 bagian yaitu:
·
Penduduk
Muda, yaitu penduduk dalam pertumbuhan, jumlah kelahiran lebih besar dari
jumlah kematian.
·
Penduduk
Stasioner, keadaan penduduk usia muda, usia dewasa dan lanjut usia seimbang,
piramida penduduk stasioner ini merupakan idealnya keadaan penduduk suatu
Negara.
·
Penduduk
Tua, yaitu piramida penduduk yang menggambarkan penduduk dalam kemunduran,
piramida ini menunjukkan bahwa penduduk usia muda jumlahnya lebih kecil
dibandingkan dengan penduduk dewasa. Hal ini menjadi masalah karena jika ini
berjalan terus menerus memungkinkan penduduk akan menjadi musnah karena
kehabisan. Disini angka kelahiran lebih kecil dibandingkan angka kematian.
B.
KEBUDAYAAN
DAN KEPRIBADIAN
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman
Soemardi, merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari karya, rasa dan
cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan
kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasai alam sekitarnya, agar
kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepentingan masyarakat. Rasa yang
meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu
untuk mengatu rmasalah-masalah kemasyarakatan alam arti luas (agama, ideologi,
kebatinan, kesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa
manusia). Cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang
hidup bermasyarakat dan menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan. Rasa dan
cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa
danciptadikuasaiolehkarsadariorang-orangyang menentukankegunaannya, agar sesuai
dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
Perkembangan budaya selalu terjadi di
setiap bagian negara di setiap belahan dunia. Seiring bertambahnya waktu dan
seiring pesatnya perkembangan jaman, perkembangan budaya di suatu negara
menunjukkan adanya perubahan dan kehidupan berbudaya dalam suatu negara.
Perkembangan budaya di Indonesia pada era globalisasi ini semakin menunjukkan
data dan bukti yang cukup bahwa di Indonesia pun mengalami perubahan dan
perkembangan. Baik masuknya budaya asing ke Indonesia dan juga masih terjaganya
tradisi dan budaya asli yang melekat sebagai identitas bangsa Indonesia yang
tumbuh sejak jaman dahulu yang dilestarikan oleh para leluhur bangsa Indonesia.
Kemajuan ilmu teknologi dan informasi juga merupakan faktor penting dalam
perkembangan budaya di Indonesia. Sebab pada era modern seperti sekarang,
informasi dan komunikasi berkembang pesat antara pengguna teknologi, baik
melalui internet, sosial media, dan berita luar negeri.
Kebudayaan Hindu, Budha Dan Islam
1)
Kebudayan
Hindu dan Budha
Pada ke-3 dan ke-4 agama Hindu masuk ke Indonesia. Khususnya ke Pulau Jawa.
Perpaduan atau kulturasi antara kebudayaan setempat dengan kebudayaan. Hindu
yang berasal dari India itu berlangsung luwes dan mantap. Sekitar abad ke-5,
ajaran Budha atau Budhisme masuk ke Indonesia, khususnya ke Pulau Jawa.
2)
Kebudayaan
Islam
pada abad ke-15 dan ke-16 agama Islam telah dikembangkan di Indonesia. oleh
para pemuka-pemuka Islam yang disebut Wali Sanga. Titik sentral penyebaran
agama Islam pada abad itu berada di Pulau Jawa. Didaerah-daerah yang belum amat
terpengaruh oleh kebudayaan Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam
dalam kehidupan penduduk di daerah yang bersangkutan. Agama Islam berkembang
pesat di Indonesia dan menjadi agama yang menjadi penganut sebagian terbesar
penduduk Indonesia.
C.
KEBUDAYAAN BARAT
Awal budaya barat masuk ke Indonesia
ketika kaum kolonialisme menggedor masuk ke Indonesia terutama bangsa Belanda.
Di pusat kekuasaan bangsa Belanda muncul bangunan-bangunan dengan gaya
arsitektur barat. Dalam kurun waktu itu juga di kota-kota pusat pemerintahan
terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku berkembang dua lapis sosial.
Lapisan sosial pertama terdiri dari kaum buruh. Lapisan kedua adalah kaum
pegawai.
Kebudayaan eropa yang masuk ke Indonesia
adalah Agama Katholik dan agama Kristen Protestan. Agama-agama tersebut
biasanya disebarluaskan dengan sengaja oleh organisasi-organisasi penyiar agama
yang semuanya bersifat swasta.
Unsur kebudayaan yang juga memberi warna
terhadap corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah
kebudayaan barat. Awal kebudayaan barat masuk ke Indonesia ketika kaum
kolonialis mengedor masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda. Akhirnya masih
harus disebut sebagai pengaruh kebuayaan Eropa yang masuk juga kedalam
kebudayaan Indonesia, ialah agama Katolik dan agama Kristen Protestan.
Agama-agama tersebut biasanya disiarkan dengan sengaja oleh
organisasi-organisasi penyiaran agama. Sudah menjadi watak dan kepribadian
TImur pada umumnya, serta masyarakat Jawa khususnya, bahwa dalam menerima
setiap kebudayaan yang datang dari luar.
Kemajuan teknologi informasi atau IPTEK
memang tidak dapat dihindarkan lagi dari negara kita, Indonesia. Karena pada
jaman dengan kemajuan teknologi informasi yang modern ini, setiap orang
berinteraksi melalui berbagai macam perangkat teknologi yang sudah menjamur
dimana-mana. Karena kemajuan IPTEK yang pesat inilah, daya dan kekuatan untuk
mencegah punahnya budaya asli di Indonesia pun berkurang dan bahkan sesekali
hilang. Kebudayaan masyarakat asli Indonesia yang harusnya dari generasi ke
generasi tetap terjaga dan teramalkan, sampai sekarang rasanya untuk
mempertahankan budaya asli kita dari invasi budaya barat pun terasa sangat
sulit diwijudkan. Apalagi untuk sekedar tahu dan ingat saja pun kadang banyak
orang yang tidak peduli. Yang jadi pertanyaan, siapa lagi kalau tidak kita
sendiri bangsa Indonesia yang mau melestarikan dan mempertahankan kebudayaan
asli kita sendiri ?! Apakah hati dan perasaan nasionalisme kita tergerak hanya
setelah negara lain mencuri satu per satu budaya Indonesia ?! Lalu setelah
bangsa lain mencurinya baru kita peduli dan teriak serta berkoar-koar dengan lantang tanpa kita
sadari sebelumnya ?! Maka dari itu, kita sebagai generasi penerus bangsa
Indonesia, harus pintar dalam menyeleksi budaya asing yang secara pesat masuk
ke Indonesia!
Kemajuan dalam era modern seperti memang
perlu. Tetapi bukan dengan yang namanya modern lalu sesuatu yang berbau dahulu
itu dilupakan. Kita harus tetap menanam dan mempertahankan apa yang sudah kita
punya dari dahulu sebagai identitas bangsa Indonesia. Sepertinya rakyat
Indonesia lebih menyukai budaya bangsa barat yang berasaskan kebebeasan yang
sebebas-bebasnya. Bukan dengan meniru adab berpakaian mereka yang bebas atau
meniru kebiasaan budaya barat seperti menenggak alkohol tanpa aturan dan resep
dokter atau juga dengan terlalu mengikuti gaya berpikir bangsa barat.
Dengan masuknya kebudayaan barat ke
Indonesia, di samping efek negatifnya, kita juga dapat mengilhami efek
positifnya. Berikut ini adalah yang seharusnya kita dapat pahami dari masuknya
kebudayaan barat di Indonesia:
a.Industry Development atau
Perkembangan Industri Barat. Kita dapat mencontoh industri transportasi dan
komunikasi mereka sebagai sarana membangun bangsa menjadi lebih kuat dan lebih
bisa memajukan ekonomi bangsa Indonesia sendiri, dengan menggunakan tenaga
dalam negeri untuk membangun industri dalam tujuan mengurangi pengangguran yang
ada di Indonesia
b. Perubahan Pola Berpikir dan Sikap. Dampak dari modernisasi dan
globalisasi dari banga barat seharusnya bisa mengubah pola pikir bangsa
Indonesia dari yang Irrasional menjadi Rasional. Dengan tujuan untuk berpola
pikir secara maksimal guna menjadikan fondasi yang kuat bagi bangsa Indonesia
yang bermanfaat untuk kemajuan dan kehidupan rakyat Indonesia.
c. Kemajuan IPTEK. Kemajuan teknologi informasi dengan penyaringan
yang baik dapat menimbulkan peranan aktif dalam membangun bangsa. Karena berkat
inovasi dalam teknologi, kita mendapat kemudahan dalam masyakat untuk mengatasi
masalah dan memotivasi untuk lebih maju.
Selain dampak positif, tentu ada juga
dampak negatifnya antara lain:
a. Adanya kesenjangan sosial. Masyarakat cenderung individualisme
karena mereka sudah merasa mempunyai sarana yaitu teknologi sendiri dan tidak
membutuhkan bantuan orang lain dalam kehidupannya.
b. Banyak barang impor di Indonesia. Barang produksi luar negeri yang
diimpor merajalela dalam pasar Indonesia. Dampaknya barang produksi dalam
negeri menjadi kurang laku dan kurang banyak yang membeli.
2. INDIVIDU,
KELUARGA, DAN MASYARAKAT
A.
PERTUMBUHAN
INDIVIDU
Individu pada umumnya diartikan
perorangan. Atau individu juga umunya diartikan manusia perorangan. Individu
merupakan satuan unit terkecil dari suatu kelompok atau masyarakat yang tidak
dapat dibagi dan dipisah lagi menjadi part-part yang lebih kecil. Dalam
keluarga misalnya, kakek, nenek, ayah, ibu, adik, kakak, dan kita sendiri
merupakan individu-individu. Dalam masyarakat, individu adalah anggota
masyarakat atau warga yang masing-masing memiliki karakteristik dan ciri-ciri
yang berbeda. Individu-individu dalam masyarakat cenderung membaur dan
bergabung membentuk masyarakat. Umumnya individu yang berkarakteristik sama
membentuk kelompok-kelompok nya masing-masing.
Dalam kehidupan ini, pasti setiap individu baik manusia, hewan,
tumbuhan, dan organisme lain akan mengalami suatu proses perubahan baik lahir
dan batin menuju ke arah yang lebih kompleks dan sempurna. Setiap
individu-individu tersebut mengalami perubahan yang disebut dengan PERTUMBUHAN
dan PERKEMBANGAN sesuai dengan tingkat umurnya. Pertumbuhan dan perkembangan
sendiri menurut J.P Chaplin dalam dictionary-nya mengatakan bahwa :
Tahap - tahap perubahan yang progresif dan terjadi dalam rentang waktu
kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek -aspek yang
terdapat dalam organismenya.
Pengamatan terhadap pertumbuhan dapat diukur dengan menggunakan alat
ukur yang bersifat kuantitatif. Berikut ini adalah beberapa faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan:
a. Pendirian Navistik. Menurut para ahli dari
golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan ditentukan oleh faktor-faktor yang
dibawa sejak lahir.
b. Pendirian Empiristik dan
Enviromentalistik. Menurut golongan ini, dikemukakan bahwa pendirian ini
berbeda dan berlawanan dengan pendirian navistik. Para ahli golongan ini
menyatakan bahwa pertumbuhan individu-individu tersebut tergantung pada
lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
c. Pendirian Korvergensi dan Interaksionisme.
Golongan ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat
mempengaruhi pertumbuhan individu.
B. FUNGSI KELUARGA DALAM KEHIDUPAN DI
MASYARAKAT
Keluarga adalah beberapa individu yang memiliki
hubungan darah dengan kita di dalam lingkungan yang kita tinggalin. Keluarga
berasal dari bahasa Sanskerta. “Kula” berarti RAS dan “Warga” berarti Anggota.
Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang dipimpin oleh seorang
kepala keluarga dan anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah atau beda
rumah (keluarga besar) dimana anggota keluarga yang masih muda mempunyai
ketergantungan terhadap anggota keluarga yang lebih tua. Keluarga umumnya
terdiri atas seorang ayah, ibu dan anak-anak yang tinggal dalam satu atap. Bisa
juga dalam satu atap terdapat kakek, nenek, atau beberapa saudara sekandung
yang tinggal/hidup bersama.
Keluarga sendiri mempunyai beberapa fungsi, Fungsi yang dihubungkan
dan dijalankan di keluarga antara lain:
·
Fungsi
Pendidikan
Fungsi ini untuk mendidik anak mulai dari
awal sampai pertumbuhan anak hingga terbentuk personality-nya. Anak-anak lahir
tanpa bekal sosial, agar si anak dapat berpartisipasi maka
harus disosialisasi oleh orang tuanya tentang nilai-nilai yang ada dalam
masyarakat. Jadi, dengan kata lain, anak-anak harus belajar norma-norma
mengenai apa yang senyatanya baik dan tidak layak dalam masyarakat.
·
Fungsi
Ekonomi.
Keluarga mencari penghasilan
untuk anggota keluarganya yang umumnya dikerjakan oleh seorang ayah atau ibu.
Keluarga menafkahi individu-individu dalam keluarga agar kebutuhan terpenuhi.
·
Fungsi
Agama.
Keluarga menanamkan keyakinan
yang mereka anut sebagai pegangan dalam hidup di dunia dan sebagai bekal untuk
hidup setelah dunia.
·
Fungsi
Keamanan (pelindung).
Fungsi ini adalah melindungi
seluruh anggota keluarga dari berbagai bahaya yang dialami oleh suatu keluarga.
Dengan adanya negara, maka fungsi ini banyak diambil alih oleh instansi negara.
Atau dengan melindungi individu-individu dalam keluarga agar setiap anggota
keluarga merasa aman dan nyaman.
·
Fungsi
Sosialisasi. Keluarga mengajarkan aturan dan cara hidup dalam masyarakat agar
diterima menjadi anggota masyarakat yang baik.
·
Fungsi
Biologi, Keluarga meneruskan keturunan sebelumnya untuk mewarisi generasi
sebelumnya.
·
Memberi
perhatian terhadap seluruh anggota keluarga.
·
Memberikan
rasa kasih sayang ke setiap anggota keluarga.
·
Menciptakan
suasana menyenangkan dan harmonis dalam kehidupan berkeluarga .
C. HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, DAN
MASYARAKAT
Individu dengan keluarga, hubungan ini sangatlah mutlak. Dikarenakan
individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan berkembang dalam keluarga yang
suatu saat individu ini akan membentuk keluarganya sendiri. Peran individu
dalam keluarga merupakan resultan dari relasi biologis, psikologis dan sosial.
Relasi khusus ini mencangkup kebudayaan lingkungan keluarga yang dinyatakan
melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan, norma-norma, dan nilai-nilai
agama).
Individu dengan masyarakat, hubungan ini adalah tahap selanjutnya dari
seseorang yang telah mempelajari cara berinteraksi yang telah diajarkan dalam
keluarga. Dalam hal ini, individu memasuki suatu ruang lingkup yang sangat luas
karena terdapat individu yang berbeda dan berasal dari berbagai
daerah/komunitas. Masyarakat itu bersifat makro. Sifat makro diperoleh dari
kenyataan, bahwa masyarakat pada hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias
yang berbeda, sekaligus mencakup berbagai macam keluarga, lembaga dan individu
– individu.
D. URBANISASI
Urbanisasi adalah perpindahan individu baik keluarga
atau masyarakat dari desa ke kota. Urbanisasi terjadi karena banyak kurangnya
lowongan pekerjaan di desa, kehidupan kita lebih modern, prasarana yang di
kota.
3. PEMUDA
DAN SOSIALISASI
A. INTERNALISASI
BELAJAR DAN SOSIALISASI
Ø
PENGERTIAN
PEMUDA
Pemuda
adalah suatu generasi yang dipundaknya terbebani bermacam-macam harapan,
terutama dari generasi lainnya. Hal ini dapat dimengerti karena pemuda
diharapkan sebagai generasi penerus, generasi yang akan melanjutkan perjuangan
generasi sebelumnya, generasi yang harus mengisi dan melangsungkan estafet pembangunan
secara terus menerus.
Ø
PENGERTIAN
SOSIALISASI
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan
penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan
berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.
Ø
INTERNALISASI
BELAJAR DAN SOSIALISASI
Ketiga kata atau istilah internalisasi, belajar, dan spesialisasi
pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama. Proses berlangsungnya sama
yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internalisasi lebih ditekankan pada
norma-norma individu yang menginternaslisasikan norma-norma tersebut, atau
proses norma-norma kemasyarakatan yang tidak berhenti sampai institusional
saja, akan tetapi norma tersebut mendarah daging dalam jiwa anggota masyarakat.
Norma tersebut dapat dibedakan menjadi dua, yaitu norma yang mengatur pribadi
(mencakup norma kepercayaan dan kesusilaan) dan norma yang mengatur hubungan
pribadi (mencakup kaidah kesopanan dan kaidah hukum).
Istilah belajar ditekankan pada perubahan tingkah laku, yang semula tidak
dimiliki sekarang telah dimiliki oleh seorang individu, atau perubahan sikap
dari tidak tahu menjadi tahu, dimana belajar dapat berlangsung di lingkungan
maupun di lembaga pendidikan.
Istilah spesialisasi ditekankan pada kekhususan yang telah dimiliki atau diukur
oleh seorang individu, kekhususan timbul melalui proses yang agak panjang dan
lama.
PROSES SOSIALISASI
Proses sosialisasi sebenarnya berasal dari dalam keluarga. Proses sosialisasi
generasi muda adalah suatu proses yang sangat menentukan kemampuan diri pemuda
untuk menselaraskan diri di tengah-tengah kehidupan masyarakatnya. Oleh karena
itu pada tahapan pengembangan dan pembinaannya, melalui proses kematangan
dirinya dan belajar pada berbagai media sosialisasi yang ada di masyarakat,
seorang pemuda harus mampu menseleksi berbagai kemungkinan yang ada sehingga
mampu mengendalikan diri dalam hidupnya di tengah-tengah masyarakat, dan tetap
mempunyai motivasi sosial yang tinggi.
Melalui proses sosialisasi, individu (pemuda) akan terwarnai cara berpikir dan
kebiasaan-kebiasaan hidupnya dengan proses sosialisasi, individu menjadi tahu
bagaimana ia mesti bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkungan
budayanya. Kepribadian seseorang melalui proses sosialisasi dapat terbentuk di
mana kepribadian itu merupakan suatu komponen pemberi atau penyebab warna dari
wujud tingkah laku sosial manusia, jadi dalam hal ini sosialisasi merupakan
salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dalam hubungannya
dengan sistem sosial. Dalam proses tersebut seorang individu dari masa anak-anak
hingga dewasa belajar pola-pola tindakan dalam interaksi beraneka ragam atau
macam peranan sosial yang mungkin ada dalam kehidupan sehari-hari.
Setiap individu dalam masyarakat yang berbeda mengalami proses sosialisasi yang
berbeda pula, karena proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan
kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Jadi sosialisasi
dititikberatkan soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan
perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian (self)
dan kepribadian seseorang terhadap diri sendiri dan memandang adanya pribadi
orang lain di luar dirinya.
Proses sosialisasi ini berarti tidak berhenti sampai pada keluarga, tapi masih
ada lembaga lainnya. Cohen (1983) menyatakan bahwa lembaga-lembaga sosialisasi
yang terpenting ialah keluarga, sekolah, kelompok sebaya, dan media masa.
Dengan demikian sosialisasi dapat berlangsung secara formal dan informal.
Secara formal, proses sosialisasi lebih teratur dan sistematis serta dilengkapi
oleh perangkat norma yang tegas dan harus dipatuhi oleh setiap individu. Proses
sosialisasi ini dilakukan secara sadar dan sengaja. Sedangkan secara informal,
proses sosialisasi ini bersifat tidak sengaja, terjadinya ini bila seseorang
individu mempelajari pola-pola keterampilan, norma atau perilaku melalui
pengamatan informal terhadap interaksi orang lain.
Meskipun sosialisasi itu mungkin berbeda-beda dalam berbagai lembaga, kelompok
maupun masyarakat, namun sasaran sosialisasi itu sendiri banyak memiliki
kesamaan.
PERANAN SOSIAL MAHASISWA DAN PEMUDA DI MASYARAKAT
Pada masa 1990 sampai 2000-an demonstrasi masih marak di berbagai tempat. Pada
masa itu mahasiswa dan pemuda menyebutkan dirinya sebagai Gerakan Moral.
Sedangkan pada mahasiswa lain gerakan mahasiswa menyebutkan dirinya sebagai
Gerakan Politik. Mahasiswa menjadi pecah dan terkadang pragmatis. Tidak menjadi
rahasia umum lagi mahasiswa dibayar untuk berdemonstrasi.
Sebelum terlalu jauh meneropong peranan mahasiswa di luar kampus- walaupun
klise- sebaiknya kita mesti ingat bahwa tugas utama mahasiswa dan pemuda adalah
belajar di sekolah/kampus.
Peranan sosial mahasiswa dan pemuda di masyarakat, kurang lebih sama dengan
peran warga yang lainnya di masyarakat. Mahasiswa mendapat tempat istimewa
karena mereka dianggap kaum intelektual yang sedang menempuh pendidikan. Pada
saatnya nanti sewaktu mahasiswa lulus kuliah, ia akan mencari kerja dan
menempuh kehidupan yang relatif sama dengan warga yang lain.
Sudah 60 tahun lebih bangsa Indonesia merdeka, sistem pendidikan telah
dibaharui agar mampu menjawab berbagai perubahan diseputaran kehidupan umat
manusia. Tetapi selesai kuliah barisan penganggur berderet-deret. Para
penganggur dan setengah penganggur yang tinggi merupakan pemborosan-pemborosan
sumber daya, mereka menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama
kemiskinan yang dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal dan
penghambat pembangunan dalam jangka panjang.
B. PEMUDA DAN IDENTITAS
POLA DASAR PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda ditetapkan oleh Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan dalam keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor: 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978. Maksud dari Pola Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda adalah agar semua pihak yang turut serta dan
berkepentingan dalam penanganannya benar-benar menggunakan sebagai pedoman
sehingga pelaksanaannya dapat terarah, menyeluruh dan terpadu serta dapat
mencapai sasaran dan tujuan yang dimaksud.
Pola Dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda disusun berlandaskan :
1. Landasan idiil : Pancasila
2. Landasan konstitusional : Undang-Undang Dasar 1945
3. Landasan strategis : Garis-Garis Besar Haluan Negara
4. Landasan historis : Sumpah Pemuda Tahun 1928 dan
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945
5. Landasan normatif : Etika, tata nilai, dan tradisi luhur
yang hidup dalam masyarakat
Motivasi dasar Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda bertumpu pada strategi
pencapaian tujuan nasional, seperti telah terkandung di dalam Pembukaan UUD
1945 alinea IV.
Atas dasar kenyataan di atas diperlukan penataan kehidupan pemuda karena pemuda
perlu memainkan peranan yang penting dalam pelaksanaan pembangunan. Hal
tersebut mengingat masa depan adalah kepunyaan generasi muda, namun disadari pula
bahwa masa depan tidak berdiri sendiri. Ia adalah lanjutan masa sekarang dan
masa sekarang adalah hasil masa lampau. Dalam hal ini, maka Pembinaan dan
Pengembangan Generasi Muda haruslah menanamkan motivasi kepekaan terhadap masa
datang sebagai bagian mutlak masa kini. Kepekaan terhadap masa datang
membutuhkan pula kepekaan terhadap situasi-situasi lingkungan, untuk dapat
merelevansikan partisipasinya dalam setiap kegiatan bangsa dan negara. Untuk
itu pula kualitas kesejahteraan yang membawa nilai-nilai dasar bangsa merupakan
faktor penentu yang mewarnai pembinaan generasi muda dan bangsa dalam memasuki
masa datang.
PENGERTIAN POKOK PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN GENERASI MUDA
Dalam hal ini Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda menyangkut dua
pengertian pokok, yaitu :
a. Generasi muda sebagai subjek pembinaan dan pengembangan adalah mereka yang
telah memiliki bekal-bekal dan kemampuan serta landasan untuk dapat mandiri
dalam keterlibatannya secara fungsional bersama potensi lainnya, guna
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi bangsa dalam rangka kehidupan
berbangsa dan bernegara serta pembangunan nasional.
b. Generasi muda sebagai objek pembinaan dan pengembangan ialah mereka yang
masih memerlukan pembinaan dan pengembangan ke arah pertumbuhan potensi dan
kemampuan-kemampuan ke tingkat yang optimal dan belum dapat bersikap mandiri
yang melibatkan secara fungsional.
MASALAH-MASALAH GENERASI MUDA
Berbagai permasalahan generasi muda yang muncul pada saat ini antara lain :
a. Menurunnya jiwa idealisme, patriotisme, dan nasionalisme di kalangan
masyarakat termasuk generasi muda.
b. Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya.
c. Belum seimbangnya antara jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan
yang tersedia, baik yang formal maupun non formal. Tingginya jumlah putus
sekolah yang diakibatkan oleh berbagai sebab yang bukan hanya merugikan
generasi muda sendiri, tetapi juga merugikan seluruh bangsa.
d. Kurangnya lapangan kerja/kesempatan kerja serta tingginya tingkat pengangguran/setengah
pengangguran di kalangan generasi muda dan mengakibatkan berkurangnya
produktivitas nasional dan memperlambat kecepatan laju perkembangan pembangunan
nasional serta dapat menimbulkan berbagai problem sosial lainnya.
e. Kurangnya gizi yang dapat menyebabkan hambatan bagi perkembangan kecerdasan
dan pertumbuhan badan di kalangan generasi muda, hal tersebut disebabkan oleh
rendahnya daya beli dan kurangnya perhatian tentang gizi dan menu makanan
seimbang di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.
f. Masih banyaknya perkawinan di bawah umur, terutama di kalangan masyarakat
daerah pedesaan.
g. Pergaulan bebas yang membahayakan sendi-sendi perkawinan dan kehidupan
keluarga.
h. Meningkatnya kenakalan remaja termasuk penyalahgunaan narkoba.
i. Belum adanya peraturan perundangan yang menyangkut generasi muda.
Dalam rangka untuk memecahkann permasalahan generasi muda tersebut di atas
memerlukan usaha-usaha terpadu, terarah, dan berencana dari seluruh potensi
nasional dengan melibatkan generasi muda sebagai subjek pembangunan.
Organisasi-organisasi pemuda yang telah berjalan baik adalah merupakan potensi
yang siap untuk dilibatkan dalam kegiatan pembangunan nasional.
POTENSI-POTENSI GENERASI MUDA
Potensi-potensi yang terdapat pada generasi muda perlu dikembangkan adalah :
a. Idealisme dan Daya Kritis
Secara sosiologis generasi muda belum mapan dalam tatanan yang ada, maka ia
dapat melihat kekurangan-kekurangan dalam tatanan dan secara wajar mampu
mencari gagasan baru.
b. Dinamika dan Kreatifitas
Adanya idealisme pada generasi muda, maka generasi muda memiliki potensi
kedinamisan dan kreatifitas yakni kemampuan dan kesediaan untuk mengadakan
perubahan, pembaharuan, dan penyempurnaan kekurangan-kekurangan yang ada atau
pun mengemukakan gagasan-gagasan/alternatif yang baru sama sekali.
c. Keberanian Mengambil Risiko
Perubahan dan pembaharuan termasuk pembangunan, mengandung risiko dapat
meleset, terhambat atau gagal. Namun mengambil risiko itu adalah perlu jika
kemajuan ingin diperoleh.
Generasi muda dapat dilibatkan pada usaha-usaha yang mengandung risiko,
kesiapan pengetahuan, perhitungan dan keterampilan dari generasi muda akan
memberi kualitas yang baik kepada keberanian mengambil risiko.
d. Optimis dan Kegairahan Semangat
Kegagalan tidak menyebabkan generasi muda patah semangat. Optimisme dan
kegairahan semangat yang dimiliki generasi muda akan merupakan daya pendorong
untuk mencoba maju lagi.
e. Sikap Kemandirian dan Disiplin Murni
Generasi muda memiliki keinginan untuk selalu mandiri dalam sikap dan
tindakannya. Sikap kemandirian itu perlu dilengkapi dengan kesadaran disiplin
murni pada dirinya, agar dengan demikian mereka dapat menyadari batas-batas
yang wajar dan memiliki tenggang rasa.
f. Terdidik
Walaupun dengan memperhitungkan faktor putus sekolah, secara menyeluruh baik
dalam arti kuantitatif maupun dalam arti kualitatif generasi muda secara
relatif lebih terpelajar karena lebih terbukanya kesempatan belajar dari
generasi-generasi pendahuluannya.
g. Keanekaragaman Dalam Persatuan dan Kesatuan
Keanekaragaman generasi muda merupakan cermin dari keanekaragaman masyarakat.
Keanekaragaman tersebut dapat merupakan hambatan jika hal itu dihayati secara
sempit dan ekslusif.
h. Patriotisme dan Nasionalisme
Pemupukan rasa kebanggaan, kecintaan dan turut serta memiliki bangsa dan negara
di kalangan generasi muda perlu lebih digalakkan, pada gilirannya akan
mempertebal semangat pengabdian dan kesiapannya untuk membela dan
mempertahankan bangsa dan negara dari segala bentuk ancaman. Dengan tekad dan semangat
ini generasi muda perlu dilibatkan dalam setiap usaha dan pemantapan ketahanan
dan pertahanan nasional.
i. Sikap Kesatria
Kemurnian idealisme, keberanian, semangat pengabdian dan pengorbanan serta rasa
tanggung jawab sosial yang tinggi adalah unsur-unsur yang perlu dipupuk dan
dikembangkan terus menjadi sikap kestaria di kalangan generasi muda Indonesia
sebagai pembela dan penegak kebenaran dan keadilan bagi masyarakat dan bangsa.
j. Kemampuan Penguasaan Ilmu dan Teknologi
Generasi muda dapat berperan secara berdaya guna dalam rangka pengembangan ilmu
dan tekonologi bila secara fungsional dapat dikembangkan sebagai transformator
dan dinamisator terhadap lingkungannya yang lebih terbelakang dalam ilmu dan
pendidikan serta penerapan teknologi, baik yang maju, madya maupun yang
sederhana.
C. PERGURUAN DAN PENDIDIKAN
MENGEMBANGKAN POTENSI GENERASI MUDA
Pada negara-negara yang sedang berkembang ternyata masih banyak mendapat
kesulitan untuk penyelenggaraan pengembangan tenaga usia muda melalui
pendidikan. Sehubungan dengan itu, negara-negara sedang berkembang merasakan
selalu kekurangan tenaga terampil dalam mengisi lowongan-lowongan pekerjaan
tertentu yang meminta tenaga kerja dengan keterampilan khusus. Kekurangan
tenaga terampil itu terasa manakala negara-negara sedang berkembang
merencanakan dan berambisi untuk mengembangkan dan memanfaatkan sumber-sumber
alam yang mereka miliki. Misalnya dalam eksplorasi dan eksploitasi sektor
pertambangan, baik yang berlokasi di darat maupun yang ada di lepas pantai.
Hal yang sama juga dirasakan manakala negara-negara sedang berkembang berniat
untuk melaksanakan program-program industrialisasi yang menuntut tenaga-tenaga
terampil berkualitas tinggi.
Di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, pada umumnya para generasi muda
mendapat kesempatan luas dalam mengembangkan kemampuan dan potensi idenya. Para
mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda, didorong, dirangsang dengan
berbagai motivasi dan dipacu untuk maju dalam berlomba menciptakan suatu
ide/gagasan yang harus diwujudkan dalam suatu bentuk barang, dengan
berorientasi pada teknologi mereka sendiri.
Gagasan dan pola kerja yang hampir serupa telah dikembangkan pula di
negara-negara Asia, misalnya : Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Taiwan.
Jerih payah dan ketentuan para inovator pada sektor teknologi industri itu
membawa negara-negara itu tampil dengan lebih meyakinkan sebagai negara-negara
yang berkembang mantap dalam perekonomiannya.
Sebagaimana upaya bangsa Indonesia untuk mengembangkan potensi tenaga generasi
muda agar menjadi inovator-inovator yang memiliki keterampilan dan skill
berkualitas tinggi.
Pembinaan sedini mungkin difokuskan kepada angkatan muda pada tingkat
SLTP/SLTA, dengan cara penyelenggaraan lomba karya ilmiah tingkat nasional oleh
:Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Minat generasi muda untuk mengikuti
lomba karya ilmiah dari berbagai cabang disiplin ilmu itu ternyata lebih banyak
dari perkiraan jumlahnya. Yang sangat menggembirakan, dalam usia yang belia itu
mereka telah mampu menghasilkan karya-karya ilmiah yang cukup membuat kagum
para cendikiawan tua.
Pembinaan dan pengembangan potensi angkatan muda pada tingkat perguruan tinggi,
lebih banyak diarahkan dalam program-program studi dalam berbagai ragam
pendidikan formal. Mereka dibina digembleng di laboratorium-laboratorium dan
pada kesempatan-kesempatan praktik lapangan.
Kaum muda memang betul-betul merupakan suatu sumber bagi pengembangan
masyarakat dan bangsa. Oleh karena itu, pembinaan dan perhatian khusus harus
diberikan bagi kebutuhan dan pengembangan potensi mereka.
PENGERTIAN PENDIDIKAN DAN PERGURUAN TINGGI
Arti penting dari pendidikan adalah sebagai upaya untuk terciptanya kualitas
sumber daya manusia, sebagai prasarat utama dalam pembangunan. Suatu bangsa
akar berhasil dalam pembangunannya secara ‘self propelling’ dan tumbuh menjadi
bangsa yang maju apabila telah berhasil memenuhi minimum jumlah dan mutu
(termasuk relevansi dengan pembangunan) dalam pendidikan penduduknya.
Modernisasi Jepang agaknya merupakan contoh prototipe dalam hubungan ini.
Masalah pendidikan bukan saja masalah pendidikan formal, tetapi pendidikan
membentuk manusia-manusia membangun. Dan untuk itu diperlukan kebijaksanaan
terarah dan terpadu di dalam menangani masalah pendidikan ini. Rendahnya
produktivitas rata-rata penduduk, banyaknya jumlah pencari kerja, “Under
utilized population”, kurangnya semangat kewiraswastaan, merupakan hal-hal yang
memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh.
Sebab hal itu semua akan berarti belum terlepasnya Indonesia dari belenggu keterbelakangan
dan kemiskinan sebagaimana diharapkan pendidikan yang dapat mengembangkan
semangat “inner will peningkatan kemampuan diri dan bangsa” yang terpencar
dalam pembangunan pendidikan mental, intelektuan dan profesional bagi seluruh
penduduk dan pemuda Indonesia.
Sebagai satu bangsa yang menetapkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan
negara Indonesia, maka pendidikan nasional yang dibutuhkan adalah pendidikan
dengan dasar dan dengan tujuan menurut Pancasila. Dalam implementasinya,
pendidikan tersebut diarahkan menjadi pendidikan pembangunan, satu pendidikan
yang akan membina ketahanan hidup bangsa, baik secara fisik maupun secara
ideologis dan mental. Melalui pendidikan itu diharapkan bangsa Indonesia akan
mampu membebaskan diri dari belenggu kemiskinan dan keterbelakangan, melalui
suatu alternatif pembangunan yang lebih baik, serta menghargai kemajuan yang
antara lain bercirikan perubahan yang berkesinambungan.
Untuk itu maka diperlukan adanya perubahan-perubahan secara mendasar dan
mendalam yang menyangkut persepsi, konsepsi serta norma-norma kependidikan
dalam kaitannya dengan cita-cita bermasyarakat Pancasila. Dalam hal ini kiranya
pemerintah telah cukup berhasil dalam menegakkan landasan-landasan ideal serta
landasan koseptual terhadap pembaharuan pendidikan menuju sistem pendidikan
nasional yang tepat arah dan tepat guna.
REFERENSI
REFERENSI
http://dhandydhandy.blogspot.com/2012/10/ilmu-sosial-dasar-penduduk-masyarakat.html
http://illaphuw.blogspot.com/2010/11/pemuda-dan-sosialisasi.html